Minggu, 28 Januari 2018

Kapan Kita Mengizinkan Anak Menggunakan Gadget ? (menurut Bill Gates)

Bill Gates, salah seorang terkaya di dunia, menerapkan aturan tegas tentang memberikan gadget pada anak-anaknya. Ia juga menetapkan usia minimum anak-anak dibolehkan memiliki ponsel. Hal ini patut ditiru oleh semua orangtua.
Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Dia salah satu orang terkaya di dunia, dan ia pencipta teknologi modern di industri komputer.
Jika berbicara soal teknologi, tentunya Bill Gates paling tahu apa yang baik dan yang tidak.
Boss komputer kelas dunia ini memiliki tiga orang anak yang beranjak remaja. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia teknologi, pastinya dia mengetahui kapan usia terbaik memberikan telepon seluler (ponsel) atau gadget pada anak.
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di Tenplay, Bill Gates menegaskan bahwa *anak seharusnya TIDAK dibolehkan memiliki ponsel pintar atau gadget sebelum usianya 14 tahun.

Pakar parenting (pendidikan orangtua untuk anak-anak) dan ahli teknologi mengamini ucapan Bill Gates. Karena penelitian juga telah membuktikan bahwa membiarkan anak menyentuh teknologi terlalu dini bisa berdampak buruk pada anak.
Bill mengaku, bahwa dia dan istrinya Melinda menetapkan aturan ketat terkait memberikan gadget pada anak-anaknya. Meskipun anak mereka memprotes aturan tersebut, namun Bill tetap tegas.
"Kami tidak membolehkan ada yang memegang ponsel pada saat makan. Kami juga tidak memberikan telepon seluler (ponsel) pada anak kami sebelum usianya 14 tahun, meskipun mereka mengeluh bahwa teman-teman mereka sudah memiliki ponsel sebelum berusia 14 tahun," kata Bill Gates.

Berikut ini adalah sederet aturan terkait penggunaan teknologi, yang diterapkan Bill Gates dan sang istri pada anak-anak mereka.
1. Melarang anak mereka memiliki ponsel sebelum berusia 14 tahun
2. Membatasi _screen time_, sehingga mereka punya waktu lebih banyak untuk dihabiskan bersama keluarga
3. Tidak dibolehkan membawa ponsel pada saat makan
4. Menentukan jam berlaku untuk melihat televisi dan ponsel setiap hari sehingga anak-anak bisa pergi tidur lebih awal dibanding anak lain.

*Dampak buruk gadget pada anak*
1. Anak bisa terpapar pengaruh buruk dari internet, juga rentan menjadi korban dari predator yang berkeliaran di internet, atau bullying di dunia digital
2. Memengaruhi perkembangan otak anak
3. Membuat anak menjadi malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang
4. Mempengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosialnya. Anak yang kecanduan internet dan gadget tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga dia tidak memiliki teman bermain
5. Membuat anak ketergantungan terhadap gadget, sehingga dia tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah.
6. Anak menjadi lamban dalam berpikir.
Meski diakui bahwa internet juga memiliki konten yang baik dan bagus untuk perkembangan anak. Namun, jika tidak selektif dan dibatasi, screentime yang berlebihan bisa berdampak buruk pada anak.
Sebagai orangtua, kita harus berani tegas dalam menetapkan aturan terkait memberikan gadget pada anak. Meski anak mengeluh ini itu, Anda harus tetap kuat menerapkan aturan itu.

Mendiang Steve Jobs, sang boss merek gadget terkenal di dunia Apple juga menyatakan bahwa dia melarang anak-anaknya untuk menggunakan teknologi terbaru.
Hal ini tentunya membuka mata kita, bahwa para pakar teknologi sendiri tidak membiarkan anak mereka terpapar oleh kecanggihan teknologi terlalu dini. Mereka membiarkan anaknya tumbuh dengan normal, dan bersahabat dengan lingkungan sekitarnya. Agar anak bisa bertumbuh kembang dengan baik.
Mari jadikan pelajaran untuk lebih tegas dalam peraturan penggunaan gadget pada anak kita di rumah.

https://id.theasianparent.com/memberikan-gadget-pada-anak/

Misteri Usia 40 Tahun

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.

Poso, 28 Agustus 2018 jam : 00:15 WITA

Kamis, 25 Januari 2018

Mengenal Kode Pada Ban Mobil

Dalam penggunaan suatu material/barang tertentu beberapa pabrikan biasanya akan menginformasikan batas waktu penggunaan atau masa pakai terhadap suatu barang. hal ini berlaku juga dalam industri ban mobil.

Coba perhatikan di setiap bagian sisi tertentu pada ban mobil biasanya terdapat huruf dan angka tertentu yang merupakan kode tahun produksi, masa pemakaian/penggunaan dll.

Kode ini perlu anda tahu sebagai informasi sehingga dapat membantu menentukan masa pemakaian dan kapan ban tersebut harus segera diganti. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

KODE BAN MOBIL
Contoh yang tertulis di ban  : 205/65/R1594H
205 Lebar BAN
65   Tinggi BAN
R     Type Radial
15   Ukuran/Ring
94   Max Beban
H     Max 210km/h
S     Max 180km/h
T     Max 190 km/h
U     Max 200km/h
V     Max 240km/h
Z     >240km/h
W     270km/h
Y     300km/h

Setiap BAN ada 4 angka tercatat disisi BAN
Contoh : *2217*
Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke *22* tahun *2017*

*Setiap BAN, mempunyai tempo / masa  penggunaan ideal 5 tahun* dari *tanggal dikeluarkan dari PABRIK.*

Jika...
*Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini*

Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Diskon dari harga List sesuai dengan ketentuan.

*Contoh :*
2016 Potongan Disc 20% 
2015 Potongan Disc 40%
2014 Potongan Disc 60%
2013 Potongan Disc 80%

*Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun,* maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori *expired.*
Dan sangat *disarankan jangan dipakai,* bisa *membahayakan jiwa anda.*

*Semoga Bermanfaat*, marilah kita lebih teliti masalah keselamatan jiwa kita dan keluarga saat berkendara di mulai dari sini. 

Trmksh

🚗 🚙 🚓

Mitos Batu Garuda di Pulau Buru - Maluku

Mitos dibalik pendakian Gunung Kakupalatmada 2.050 Mdpl 
Pulau Buru - Maluku    


Pulau Buru, identik dengan pulau tempat ex. tahanan politik PKI yang dibuang/diasingkan oleh Pemerinahan Orde Baru ternyata menyimpan banyak cerita mengenai kondisi alam pegunungannya yang jarang terekspos.Pegunungan Kapalatmada terdiri dari beberapa puncak gunung diantaranya Kaku Palatmada 2050 Mdpl, Kaku Mahu 2150 Mdpl dan Kaku Ghegan 2719 Mdpl. Kata kaku sendiri berasal dari bahasa setempat yang artinya ”Puncak”.

Kurangnya informasi terkait pegungungan Kapalatmada sendiri sangat minim dikarenakan jarangnya pendaki yang menuju kesana dan masih tertutupnya masyarakat setempat dalam memberikan informasi seputaran gunung tersebut yang dianggap masih tabu untuk diberikan kepada orang luar. Selain itu untuk menuju ke sana dibutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai kaki gunung.

Pegunungan kakupalatmada terletak di wilayah barat pulau Buru masuk dalam wilayah kecamatan Air Buaya dan kecamatan Kapalatmada. Dikelilingi oleh beberapa desa/dusun dikaki gunung yaitu desa/dusun Nalbesi, Waihotong, Waikeka, Nanali, Biloro, Bara dan Balpetu.

Untuk menuju ke desa/dusun tersebut dari kota Ambon menggunakan kapal motor, kapal cepat atau ferry penyebrangan yang waktu ditempuhnya 8 – 10 jam menuju kecamatan Buru Utara Timur tepatnya di kota Namlea dan dilanjutkan dengan perjalanan darat ± 4 jam atau dapat juga menggunakan kapal pelayaran rakyat dengan waktu perjalanan 6 - 8 jam.

Pendakian ke puncak-puncak pegunungan kakupalatmada merupakan program MATEPALA Universitas Pattimura dan sampai saat ini setelah melakukan beberapa kali ekspedisi seluruh puncak diatas telah berhasil di capai. Pada kesempatan ini kami tidak membicarakan mengenai perjalanan menuju puncak, akan tetapi yang akan dibicarakan menyangkut sebuah batu yang berada di puncak gunung Kaku Chegan yang oleh masyarakat setempat dinamakan batu Garuda.

Sebagian masyarakat daerah pegunungan tersebut menganggapnya sebagai batu keramat yang tidak bisa seorang pun mampu mencapainya karna dan dari selentingan cerita/rumor, konon banyak terdapat mistik disana.Berdasarkan cerita masyarakat yang beredar batu Garuda merupakan tebing/gunung batu yang terbentuk akibat tertabrak burung garuda raksasa, ada juga yang mengatakan bentuknya berupa batu besar mirip burung Garuda. Ada juga cerita dari beberapa masyrakat bahwa Batu Garuda dulunya adalah gunung Garuda yang letaknya di atas Negeri Tifu di atasnya terdapat dua liang yang besar tempat bersarang burung Garuda raksasa yang konon jika sayapnya dikembangkan maka hampir semua negeri Tifu yang terletak di wilayah pulau buru bagian selatan tertutup bayangannya.

Secara geografis negeri Tifu sendiri bukan terletak di kec. Kepala Madan. Sampai sekarang cerita tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.Berawal dari program kerja tertunda Matepala Unpatti periode 1988–2000 yang sempat tertunda karna adanya konflik sosial di Maluku. Akhirnya pada bulan Mei 2005 dibentuk tim Ekspedisi Eko Wisata Pulau Buru yang bertujuan mendata potensi wisata alam Pulau Buru, pendakian beberapa puncak tertinggi serta pembuktian cerita rakyat yang begitu melegenda di pesisir Buru Selatan tepatnya di kec. Kepala Madan tentang Batu Garuda.

Perjalanan dimulai dari titik 0 Mdpl desa Waikeka setelah seharian mendaki tempat istirahat (flying camp) pada ketinggian 1130 mdpl. Perjalanan berikutnya akan ditemui jalur yang dinding tebing longsor yang besar ”The Big Wall” pada ketinggian 1431 mdpl. Tidak mudah melewati jalur ini karna harus melalui jalur longsoran gunung batu dan tebing, setelah seharian ngecamp dapat dilakukan pada ketinggian 1417 mdpl dekat sumber air berupa kubangan dgn jarak 50 m dari camp 1 (flying camp).

Untuk mencapai batu Garuda dapat dilalui 2 jalur yaitu menyusuri punggungan dan jalur pemanjatan akan tetapi jalur pemanjatan tidak disarankan karna jenis batuannya adalah batuan karst yang masih sangat rapuh sehingga mudah lepas.Setelah menyusuri punggungan tibalah di batu Garuda, Batu Garuda ini hanya merupakan batu besar yang berdiri dipunggungan gunung batu yang berbentuk seperti Burung Garuda besar sebatas badan.

Selanjutnya lewat Batu Garuda kami pun mendaki lagi menuju puncak Kaku Palatmada, kurang lebih 3 jam membuat jalur baru akhirnya tim dapat puncak Kaku Palatmada.kondisi puncak sendiri batuan dan banyak pohon yang meranggas bekas terbakar. Dari puncak terlihat dengan jelas Desa Waihotong dan Waikeka serta kepulauan Sula Maluku Utara.

Wajar memang kalau masyarakat mengangap keramat daerah ini mengingat begitu sulitnya mencapai tempat tersebut dan juga aneh kenapa ada Batu yang begitu mirip dengan Burung Garuda, namum didalam benak kami hal ini merupakan kejadian alam yang biasa serta terlepas dari itu semua adalah kekuasaan Sang Khalik yang menciptakan ini semua kita hanya bisa menikmati dan mensyukuri tanpa harus bertanya.Mitos hanya sebuah kata tak bermakna.........jika kita percaya dan yakin akan keberadaan Sang Pencipta Yang Maha Agung..... mungkin ini ini sepenggal kalimat yang bisa terucap tuk mengungkapkan perasaan kami semua.

Jadilah engkau lilin yang demi menerangi gelap rela membakar dirinya sendiri. Mungkin falsafah ini yang harus kita pakai dalam bergelut di dunia Mapala. Pulau Buru dengan segala keindahan yang tersembunyi dan medan yang menantang merupakan tempat yang pas untuk berlatih dan mengasah skill bagi para pendaki, Batu Garuda di kawasan Kaku Palat Mada dengan cerita dan segala mitos yang melekat padanya merupakan tantangan tersendiri bagi para pendaki tuk menaklukkannya.Dengan semanagat ”lilin” kami mampu menjadi yang pertama menapakan kaki dan kibarkan panji biru di puncak mitos tersebut.

Tiada gunung yang tak bisa kami daki, tiada lembah yang tak bisa kami seberangi jadilah penakluk pertama jadilah penakluk mitos.......


Seperti diceritakan oleh Ketua Tim Ekpsdisi K'Billy - MTP 0197070 CRN